Tak mudah bagiku melupakan semua kenangan yang pernah
terjadi. Masih terlalu banyak pertimbangan yang harus aku fikirkan. Aku mengenalnya
tak sengaja. Disebuah acara yang aku sendiri juga malas untuk mengikutinya. Pikirku
“ hanya mengganggu waktu libur ku saja”. Tapi yang namanya tugas mesti harus
jalan dong. Aku tergabung dalam satu organisasi di kampusku , jadi ada yang mau
datang dan berkunjung di kampusku. Bukankah memuliakan tamu itu membuka pintu
rezeki? Hanya itu pengobat malas ku , penguat hatiku. Siang itu ada rapat
mendadak dengan beberapa petinggi organisasi itu, rasa malasku melanda, karena
harus datang rapat dari rumah mama yang jauh diujung sana menuju tempat rapat
yang dihilir sini. Panas jumat siang itu, tapi lagi lagi aku juga harus
berangkat karena hati kecilku tak terima jika aku hanya diam saja di rumah. Sekitar
jam 14;00 aku tiba di tempat rapat yang dijanjikan. Seperti biasa yang bikin
janji itu yang telat. Haha . aku sudah maklum saja dengan keadaan rekan-rekan
ku tercinta. Mungkin mereka terjebak macet . menunggu kurang lebih satu jam ,
akhirnya terkumpullah para petinggi petinggi di organisasi ini, kecuali aku. Nimbrung
saja lah, kan tadi aku juga diundang. Menunjuk siapa yang akan menjadi MC
sampai dengan LO nya . Clear sudah semuanya, sampai jam 17;00 . Aku pulang,
janjian dengan ibuku tersayang untuk bareng pulang , beliau habis dari toko
nya. Hari yang dijanjikan itu tiba , tamu yang mau berkunjung ke kampus ku hari
ini mau datang. Sesuai dengan hasil rapat kemaren , kalau datang nya harus
cepat , biar kejadian di tahun lalu tidak terulang lagi. Tahun lalu kami telat
menyambut tamunya . biasa kendala nya macet atau tidak jam karet yang mereka
gunakan .
14 Februari
Jam 07;15 aku sudah sampai di kampusku tersayang, keadaan
sunyi sepi karena baru libur UAS. Hanya yang berkepentingan saja yang datang ke
kampus. Ternyata pagi ini aku salah kostum. Celanaku terlalu ketat bagi ukuran
kampus. Aku juga tak menyangka ternyata dosen yang sangat memperhatikan pakaian
itu pun ada.jam 09;00 WIB, Dengan berat hati aku tak menyambut tamu itu di
luar, hanya di dalam ruangan saja. Membantu rekan rekan yang lain untuk
menyiapkan absen . yasudah sebenarnya memang ada perasaan tak enak sehabis
ditegur dosen tadi. Tapi lagi lagi aku punya rekan rekan yang menghibur. Aku memutuskan
untuk tidak mengingatnya. Mereka pun datang , rombongan mahasiswa dari kota
yang berbeda tapi satu jurusan. Aku hany berdiri di meja resepsionis untuk
mengingatkan kepada rekan rekan itu , jangan lupa absen nya diisi , dengan
melempar senyum kepada tamu yang datang. Ada yang aneh dari ketua rombongan
itu, sopan sekali menyalami semua yang dia kenal. Sampai aku pun juga
disalaminya. Sempat kaget lah karena rombongan yang di belakang nya tidak
mengikuti. Entah bagaimana lah, biarkan saja berlalu.
Seperti biasa pengambilan posisi duduk yang sedang disusun
di dalam, aku berfikir, nanti saja lah, duduk di tempat yang tersisa saja
nanti. Aku masih mempertimbangkan celana ku tadi yang ditegur dosen. Lagian aku
juga tidak terlalu penting penting di acara ini. Acara temu ramah itu pun
dimulai , dengan serangkaian acara yang
dibacakan oleh si MC. Jam 11;15 acara keliling kampus pun dimulai .serasa jadi
guide di kampus sendiri jadinya. Tidak apa apa, memperkenalkan kampus ku
mungkin akan menjadi kenangan tersendiri bagiku nantinya. Sampai di depan
gedung baru , kami pun berhenti karena ada acara photo photo . biasa , tak
lengkap berkunjung ke tempat orang kalau tidak melakukan hobby tersendiri itu. Setelah
rasanya cukup untuk berphoto , kami melanjutkan perjalanan untuk berkeliling
kampus lagi. Ternyata ketua rombongan itu di sebelahku. Haha yasudahlah,
nikmati saja. Sampai pada akhirnya si ketua rombongan itu bertanya sesuatu, ya
sudah dijawab saja, tanpa berfikir panjang. Masa sudah menjawab pertanyaan ,
belum tahu nama. Karena tuan rumah, ya aku yang nanya saja. Lanjut perjalanan
ke lantai dua. Ada beberapa bagian dari kampus ku itu yang aku jelaskan kepada
rekan rekan tamu yang bertanya. Ada juga yang meminta berfoto bersama di sela
sela kunjungan. Tidak apa apa lah, mungkin akan jadi cerita saja di tempat
mereka nanti setiba mereka di kota asalnya. Diajak berputar ke tempat mahasiswa
biasa makan, setelah itu kembali ke ruangan pertama tadi. Banyak share antara
aku dan rekan rekan yang lain,, bagaimana sistem perkuliahan nya disana. Ada yang
sama dan ada juga yang berbeda. Sampai akhirnya ke ruangan tempat pertemuan
pertama tadi. Ada dari beberapa rekan rekan yang datang itu seperti sombong,
tapi bagiku mungkin masih banyak malu nya . its oke lah. Tidak apa apa. Sampai di
ruang tersebut , aku mencoba mengingatkan kepada rekan rekan ku yang lain ,
siapa yang akan bertugas sebagai MC Non formal berikutnya. Rekan rekan ku
memang luar biasa, aku yakin rekan rekan ku itu bisa. Tunggu, ada yang
memanggil. Si ketua rombongan , memanggil namaku, minta no HP ku yang katanya
mungkin penting, ya sudah aku beri saja. Juga kan sudah kena, untuk menambah
pertemanan juga boleh. Tak lama, ada yang menawarkan berfoto. Ya sudah aku ikut saja, asalkan rekan rekan tamuku
senang, kenapa tidak. Seharusnya berfoto bersama dosen nya, karena dosen itu duduk
juga di sebelah si ketua rombongan itu. Eh ternyata dosennya malah ga masuk ke
foto. Kami berdua , ya sudah tidak apa
apa. Semoga bisa jadi kenang kenangan dan selalu ingat denganku. Amiinin saja
lah, itu hanya harapan hatiku saja. Dilanjutkan dengan makan siang bersama di
ruangan itu . si ketua rombongan bertanya bethadine, entah buat apa aku juga
tidak tahu. Aku cari dulu,tapi kayaknya tidak bertemu. Katanya juga tidak apa
apa. Di makan itu yang seru nya rekan rekan para tamu banyak yang minjam
sendok, karena ga biasa makan sama tangan. Hehe, aku suruh saja rekan rekan
hebatku yang lain agar mengusahakannya. Setelah selesai makan , bertepatan hari
ini hari jumat , bagi yang beragama islam ya shalat jumat dulu sana, biar
upgrade kegantengan. Haha
Jam 14;00 mereka pamit, karena mau balek ke kota mereka hari
ini. Sebelum mereka meninggalkan kampus ku tercinta. Seperti biasa photo photo
lagi. Di lobi kampus ku. Aku nurut saja, karena hal ini kan yang namanya
perpisahan. Sedih juga berpisah dengan rekan rekan tamu itu. Tapi yang namanya
pertemuan pasti ada perpisahan kan. Sabarr, mungkin lain waktu kita jumpa lagi
ya, tapi gantian aku dan rekan rekanku yang ke kota kalian. Setelah berfoto
terakhir dengan mereka , salaman perpisahan lagi dengan rekan rekan tamu yang
ada. Sampai juga lah saatnya si ketua rombongan itu , jangan lupa ya , sambil
memanggil namaku. Itu entah apa maksudnya aku iya iyakan saja. Ada juga yang
meminta untuk berfoto bersama lagii. Mari mari silahkaan. Mengantar kepergian
mereka ke bus yang akan membawa mereka menuju bandara. Tapi ada yang datang,
sambil bilang, ada yang titip salam, dengan kode “ yang pakai kacamata”. Aku pun
langsung mencari siapa yang dimaksud rekan tamu ku yang cantik ini dengan kode
itu. Si ketua rombongaaan !!!.. jantungku .. hoalaah , semoga masih berdetak
yaa..
Tak lama setelah itu , aku balek lagi ke dalam ruangan
pertemuan tadi, karena aku belum makan, makan dulu lah, baru nanti pulang. Satu
sms di terima dengan isinya memanggil namaku. Ya aku balas saja, siapa ini? Kau
tau itu siapa? Si ketua rombongan yang
tidak suka dipanggil abang oleh ku . ya sudah aku panggil namanya saja. Dari pada
dia marah, takut juga dimarahi oleh orang kota itu.aku langsung heran dengan
hatiku, entah kenapa ada perasaan yang tiba diucapkan dengan kata kata waktu
itu. Antara perasaan senang dan aneh. Serasa berbunga yang tidak jelas. Memang awal
pertama menilai entah kenapa, hatiku berkata si ketua rombongan itu berbeda
dari yang lain. Komunikasi pun berlanjut sampai si ketua rombongan tiba di kota
asalnya. Pagi itu , aku ada janji dengan sepupu untuk sekedar berkeliling saja
di toko buku, karena sudah lama tidak berkunjung ke toko buku, berputar putar
saja, karena memang aku baru libur, begitu juga dengan sepupu ku , selagi dia
disini , ya kita manfaatkan saja dengan pergi bersama . tak ada juga salahnya. Sebelum
bertemu aku sempat beli nomor baru , karena nomor ku yang sekarang rada susah
kalau diajak sms an dengan kartu yang berbeda nomor.setelah itu baru bertemu
dengan sepupu ku , memutuskan untuk masuk dan berkeliling di toko buku dengan
harapan ada buku yang bagus dan bisa dibawa pulang . entah kenapa siang itu aku
memilih buku daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Aku penasaran saja ,
apa maksud itu buku. Yasudah aku memutuskan untuk membeli satu buku itu. Setelah
lelah berkeliling. Aku dan sepupuku memutuskan untuk makan, capek dan
melelahkan setelah berputar putar di toko buku itu, lalu kami memutuskan untuk
pulang ke rumah masing-masing , soalnya sepupuku ditawari tidur di rumah tidak
mau. Mungkin sudah ada janji dengan pacarnya. Komunikasi ku dengan si ketua
rombongan masih tetap berjalan baik. Sampai malam itu aku juga berkomunikasi
dengan nya via telepon. Ada kesenangan tersendiri mendapat telepon dari si kaca
mata itu. Banyak yang di share pada saat itu dengannya. Banyak bercerita
bagaimana dia, apa yang dia suka, apa yang dia tidak suka. Sampai akhirnya
saling bertanya pacar. Aku menjawab , aku tidak punya pacar , habis diputusin. Gantian
yang nanya, si ketua rombongan itu bilang, dia juga tak punya pacar. Takut tak
bisa membagi waktu dengan kesibukan nya yang buanyaak .. sampai bilang bahwa
aku mirip mantan nya yang sudah meninggal. Rasa bersalah juga memaksanya untuk
menjawab pertanyaan tadi yang dia lempar kepadaku, langsung minta maaf saja,
tapi kenapa harus mirip dengan aku. Memang dia bukan orang yang pertama yang
bilang , aku itu berbeda dari kebanyakan . aku memang berbeda. Banyak hal hal
aneh yang akan dijumpai oleh orang orang baru atau orang orang lama yang dekat
denganku. Disini aku berfikir, aku hanya mengingatkan nya saja pada penyesalan
yang dia buat waktu silamnya, dia pernah tidak percaya dengan sayang si cewek
yang mirip dengan ku karena mungkin terlalu sakit pada masa lalu. Atau apa lah,
aku juga takut menanyakan hal seputar itu lagi. Aku tidur saja lagi, karena
sudah hampir jam 00;00. Si ketua rombongan masih saja berkutat dengan laporan ,
entah laporan apa itu , aku tidak terlalu tahu. Paginya juga sudah ada
komunikasi tentang kami. Hari hari ku memang berbeda akhir akhir ini. Banyak tawa
yang entah karena apa datang padaku. Si ketua rombongan itu sepertinya punya
peran penting untuk ku. Juga cintaku, banyak pembahasan tentang keseharian
waktu itu.karena memang sama sama dalam kondisi libur.
Tanggal 17, daftar ulang ke kampus. Si ketua rombongan tidak
ada kabar sehari ini, dia menghilang entah kemana, mungkin dia sibuk . malamnya
baru aku dikasih tahu, kalau hp nya ketinggalan , yaudah gpp, si ketua
rombongan ini ada ada saja. Malamnya entah kenapa rasanya sedih saja, karena
ada teman sekelasku tak bisa sama sama lagi. Ada bebrapa nilainya yang kena dan
tidak bisa ditolong lagi. Si kaca mata yang waktu itu ada, langsung nelpon,
nanya kenapa sedih, tapi karena terlalu sedih. Aku nya tidak bisa bicara , isak
tangis aja yang dia dengar waktu itu. Maaf si ketua rombongan, malam itu aku
tidak bisa cerita. Tapi dia menyuruhku
untuk sabar, shalat, jangan nangis lagi. Telepon terhenti , karena dia harus
menjemput mama nya .sampai pada saat itu, dia bertanya tentang bagaimana
kelanjutan perasaanya yang aku gantung,ya aku jawab iya , aku mau jadi
pacarnya. Bismillah , tanggal 17 itu , aku masih mengingatnya. Tapi sayang nya,
siketua rombongan itu ketiduran.kecapean itu si ketua rombongan. Good night
ketua rombongan di hatiku. Haha
Hari hari ku semakin indah, setelah datang nya ketua rombongan
itu di dalamnya . membuat semuanya lebih bersemangat dan lebih berbeda. Mungkin
itu yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Aku dulunya juga tidak percaya
akan hal itu, tapi ini terjadi dihidupku. Terimakasih kepada sang pencipta
telah menghadirkan dia di hidupku yang sudah indah ini. Semoga bisa saling
memahami dan mengerti. Memang jauh kota ku dengan ketua rombongan hatiku itu. Tidak
apa apa , jarak juga bukan penghalang yang berarti untuk itu. Ketika ada waktu,
pasti ada komunikasi tentang kita. Sekedar mengingatkan untuk makan dan shalat,
meski terkadang aku tahu dia juga tak memerlukan bel bel seperti itu dari ku ,
karena dia memang lebih dewasa dari pada aku. Aku mengaguminya. Belum bisa
untuk memberikan sepenuh hatiku kepadanya, karena aku takut cinta itu hanya
ilusi saja dan tidak bisa diberdayakan di kehidupan nyata. Apalagi aku hanya
orang yang mirip dengan kekasih hatimu dulu. Tapi aku pegang janjimu, kau akan
selalu buat ku bahagia dan tidak pernah membuat ku sakit. Aku tau bagaimana kau
dan janjimu. Kau orang yang bisa aku andalkan setiap saat, aku tak tahu itu
benar atau tidak. Tapi kata hatiku berkata seperti itu.
Banyak lebih mu dari pada aku wahai ketua rombongan hatiku,sampai pada
akhir akhir minggu ini. Kau serasa sulit untuk aku hubungi. Entah apa alasannya
aku tidak tahu. Aku hanya dapat kabar, akhir akhir ini kau sering pingsan. Karena
kelelahan, aku berusaha untuk tidak terlalu membebanimu beberapa pertanyaan
atau pengaduan apapun yang bisa mengganggumu. Soal kesehatanmu, aku menyerahkan
kepada ibumu yang lebih tahu dari pada aku. Aku percaya kau baik baik saja.
Tapi jumat sore itu, aku kecewa .. tanpa alasan kau bilang
aku keterlaluan, tak memperdulikanmu. Kau tau, kenapa aku tidak mengganggumu ?
kau harus banyak istrahat, agari kau bisa sembuh.. aku langsung shock ketika
kamu kasih tau . kalau kamu lagi di rumah sakit dan akan ada proses pemeriksaan
yang lain . di kemo, di ronsen ,dll. Kau tau apa perasaan ku saat itu? Entah lah
,tak ada yang bisa aku lakukan selain hanya dengan mencoba menghubungimu dengan
telepon , tak kau angkat.. aku hanya dapat kabar, malamnya kalau kamu dalam
perjalanan pulang dan tidak bisa terlalu dekat dengan alat elektronik. Tuhan. Separah
itu kah penyakit si ketua rombongan hatiku ini? Tuhan taukah kalau hatiku tulus
, aku tidak bisa tinggal diam saja dengan semua ini. Ini terlalu sulit, kemaren
rasanya aku baru mencintai makhlukmu yang menurutku lebih baik dari pada aku. Tapi
kenapa harus dia yang sakit tuhan?
Sabtu pagi itu
Aku coba menghubungimu, dengan kalimat sapaan pagi yang
tidak pernah ku tinggalkan semenjak dia marah ketika tidak ada ucapan selamat
pagi dariku. Disana aku baru tahu, kalau sebenarnya aku itu penting di hatinya.apalagi
dia dihatiku.tapi yang sayang nya, dia ada di toko nya, yasudah ,sampai malam
tak ada satu kabar pun yang aku terima, aku bukannya tidak percaya padamu. Tapi
kamu itu sedang sakit. Bagaimana aku tidak khawatir?
Perbincangan terakhir.. sehabis itu menghilang...
Kau tahu bagaimana kondisi ku saat itu.. miris , aku seperti
kehilangan , yang entah bagaimana cara aku bercerita , aku juga tidak tahu. Hanya
merasa sedih saja pada diri ini. Kenapa harus sayang, kenapa harus cinta? Dan kenapa
dia harus PERGII..itu juga tanpa pesan terakhir, bagaimana dengannya, ada apa
dengannya , aku tidak tahu. Memang ada efek nya seminggu tanpa ada kabar darimu
, aku seperti orang yang .. entah lah ,, kacau.. tak pernah hatiku sekacau ini.
Masih ada keinginanku untuk terus bertanya tentang kejelasan hatiku, benci atau
tetap sayang. Aku memelihara sayang ini. Sampai pada batasnya. Sampai pada
suatu hari 8 Maret itu , seperti tidak ada artnya tanggal yang aku agung
agungkan itu. Tanggal ulang tahunku, bahkan aku menolak untuk sekedar acara
makan makan yang akan direncanakan ibuku. Maaf ibu, aku lagi tidak pahham
dengan hatiku sendiri. Ada yang datang lalu kemudian pergi ibu. Memang waktu
itu tampak drastis pada badan. Badanku terlihat sedikit kurus dari biasa. Teman
teman ku bilang seperti itu. Sampai pada pertengahan Maret, aku beranikan diri
untuk SMS kamu dan bertanya kabar,
dibalas karena pakai nomor lain. Setelah tahu itu aku.. kamu diam..
Yasudah keputusan ku sudah bulat, untuk membenci mu.. itu
memang tahap pertama yang aku lupakan .. karena dengan tidak membencimu aku
tidak bisaa.. hatiku terlalu. Terlalu segalanya. Laku
menghapus semua yang berhubungan dengan mu. Semuanya parah, susah malah aku
menerjemahkannya. Pada kesimpulan terakhir, aku butuh waktu sampai aku benar
benar menghilangkanmu secara paksa di hatiku. Line mu berfoto dengan cewek ,dua
kali malah aku liat foto dengan cwek dengan suasana berbeda, sudah membuat ku sakit. Aku memilih untuk
tidak mengusik mu lagi, maafkan aku untuk kekanak kanakan ku. Karena ketika aku
tahu kau bisa sabar dengan cara ku, kau takkan ku lepas. Aku akan menghilang
dari hidupku, aku egois waktu itu. Maaf , aku hanya khawatir .. semoga cewek
yang bernama dina itu lebih baik dari aku. Amiin.
27 April
Line ku berbunyi saat mati lampu waktu itu, aku sempat
menghapus line ku itu karena terlalu sakit melihat foto mu dengan cewek lain .
entah lah .. ada pesan “ass”. Aku malas membalasnya karena tidak ada ucapan
salam yang disingkat begitu, itu kan artinya pa**at. Siapa ini, aku lupa nama
ini , tapi aku rasa , aku pernah kenal dengan nama ini. Kamu tahu , begitu aku
sudah melupakanmu secara baik baik dari hidupku. Kamu datang lagi. Alhamdulillah,
permintaan maaf ku diterima, karena sudah lama aku mencoba untuk sms, sekedar
meminta maaf dan meminta untuk berteman , kamu tidak mau. Kenapa datang lagi? Kalau
memang aku yang terbaik? Kalau memang aku yang selalu ada dalam doa mu?. Malam
itu aku tidak merasakan kegalauan yang teramat sangat, hatiku hanya bahagia,
karna kita masih bisa berteman seperti biasa.. itu saja sudah membuat ku tenang
..karena pemberangkatanku ke kota mu kurang lebih satu bulan lagi. Aku memang
awalnya ragu karena takut disana akan menambah kegalauan hatiku karena hatiku
masih dibayangi kembali oleh mu. Apa mau mu?
aku tidak tahu..